With kind regards from
Hassan & Salmah
_______________________
P/S
Untuk yang seugama, Pakcik ingin melakarkan ayat 45 dan 59 dari surah Al I’mran.
Oleh kerana Pakcik sendiri tidak berkemampuan memberi penerangan secukupnya, memadai lah dengan apa yang terdapat dalam “Tafsir Pimpinan Al-Rahman Kepada Pengertian Al Quran” yang diterbitkan oleh Jabatan Perdana Menteri- 1968 :
Ayat 45 dari surah Al-Imran
“(Ingatlah) Ketika malaikat berkata: “Wahai Maryam! Bahawasanya Allah memberikan khabar yang mengmbirakan mu, dengan (mengurniakan kepada mu seorang anak yang engkau akan kandungkan sematamata dengan) kalimah daripada Allah ( kalimah arahan Allah ‘kuun’ - atau ‘jadi’- dan terus jadi) , nama anak itu: Al Masih Isa Ibnu Maryam, seorang yang terkemuka dalam dunia dan akhirat, dan ia juga dari orang yang didanpingkan (diberi kemuliaan disisi Allah).”
Ayat 59 dari surah Al-Imran
“Sesungguhnya perbandingan kejadian nabi Isa disisi Allah, adalah sama dengan kejadian nabi Adam. Allah telah menciptakan Adam dari tanah lalu berfirman kepadanya: ‘Jadilah engkau!’ Maka jadilah ia.”
________________________
From those two verses alone we are being reminded that Al-Masikh Isa, is one of the greatest prophets who are to be honoured by us all. He is no less human than Adam, both of whom were created by a one-word command from Him – KUUN or simply BE. Adam was created without parents and Isa without the need of a father, hence Isa bin Maryam. That being the case, and firmly with that unshakable belief, should we not honour this prophet of Allah the way we are expected to do as enshrined in Al Quran? Could we not respect others for the basis they choose for their belief, that we be respected in return?
Berkhidmat kerana Tuhan untuk Kemanusiaan

